PENGELOLAAN KESAN MBAH KARSO SEBAGAI PRESENTER DI KSTV KEDIRI

Latifah Yunikasari, Prilani Prilani

Abstract


Stasiun televisi lokal memiliki unsur kedekatan (proximity) secara emosional dengan masyarakat daerahya. Termasuk peran presenter mengenai bagaimana menyajikan informasi yang mempunyai muatan positif bagi khalayak. Penelitian dilakukan terhadap sosok Mbah Karso yang merupakan host atau presenter di stasiun televisi lokal KSTV Kediri pengelolaan kesan yang unik dibandingkan dengan presenter pada umumnya, dari segi penampilan berupa gaya siaran yang atraktif dan juga bahasa yang digunakan. Mbah Karso juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai juara 2 kategori talkshow dalam acara KPID award pada tahun 2010 KPID Jawa Timur. Berdasarkan latar belakang pemikiran
tersebut maka masalah yang ingin di teliti pada penelitian ini adalah bagaimana pengelolaan kesan Mbah Karso sebagai presenter di KSTV Kediri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan kesan panggung depan (front stage) dan panggung belakang (back stage) Mbah Karso sebagai presenter di KSTV Kediri. Penelitian ini menggunakan landasan teori dramaturgi, konsep diri, mau’idza hasanah, dan analisis interaktif Miles dan Huberman sebagai analisis data. Menggunakan metode kualitatif deskriptif berdasarkan pendekatan dramaturgi Erving Goffman. Sumber data utama adalah data yang diperoleh dari wawancara dengan Fadholi pemeran karaktrer Mbah Karso di KSTV Kediri. Dari penelitian ini diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: 1) Dalam konteks front stage dipahami sebagai panggung yang hanya menampilkan tokoh Mbah Karso yang meliputi simbol-simbol seperti cara berpakaian, gaya bahasa, sikap dan perilaku serta materi dakwah. Peran front stage Mbah Karso dibantu oleh kerjasama tim KSTV baik dari segi dekorasi maupun materi. Mengunakan campuran Bahasa Jawa yang merupakan bahasa khalayak sehari-hari dan juga muatan dakwah dari konteks pesan yang disampaikan. Hal tersebut dilakukan agar khalayak dapat menerima kesan yang sengaja dibentuk untuk penyampaian pesan yang efektif, sehingga karakter Mbah Karso bisa diterima oleh khalayak. 2) Sementara back stage personal Mbah Karso dalam kehidupan sehari-harinya cara bertutur kata atau penggunaan gaya bahasa lebih sopan dan tidak banyak bicara, yang berbeda pada saat sedang berada di panggung. Selain itu, back stage Mbah Karso meliputi latihan pendalaman karakter ketika akan memainkan peran, dan juga beberapa faktor pendukung yang didapatkan dari memperdalam
referensi materi, pengalaman pribadi dan situasi yang sering dihadapi.

Kata kunci: Dramaturgi, Pengelolaan Kesan, Presenter

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Mediakita by STAIN Kediri is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Based on a work at http://jurnal.stainkediri.ac.id/index.php/mediakita.

 

Indexed By :